السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ...... Selamat datang di Sakinah Sehat Kreatif. Dukung kami dengan like fanspage, dan follow twiter kami agar kami dapat terus berbagi dan berkarya. Terima kasih dan Enjoy learning... ^_^

Wednesday, 17 May 2017

Tips Mengambil Darah Intravena dan Intraarteri

Assalamualaikum Wr.Wb

Hai Sob, kali ini saya akan mengajak kalian semua para calon perawat hebat mengenali tip-tips bagaimana sih caranya agar berhasil saat mengambil darah untuk pemeriksaan darah lengkap, serum elektrolit, faal hati, kimia klinik, analisa gas darah dan sebaginya. Yuk sob langsung saja


  1. Persiapkan alat dengan lengkap, jangan lupa bengok dan nampan untuk tempat peralatan kita. Umumnya peralatan yang dibutuhkan sih ini: Perlak, Tourniquet, Spuit dan Jarum, Alkohol Swabs, Plester. Jangan lupa APD nya ya sob
  2. Carilah vena yang perifer artinya menonjol. Bila arteri, rabalah arteri yang paling keras berdenyut mulai arteri radialis, brachialis, yang terakhir femoralis.
  3. Yakinkan hati bahwa kamu akan berhasil mengambilnya sob
  4. Pasang peralatan sesuai urutannya
  5. Bila akan mengambil darah intravena, posisikan tangan senyaman mungkin, juga posisikan siku lurus jangan sampai tertekuk (rasional: membuat pembuluh darah semakin terangkat ke perifer), lalu pelan-pelan saja sob yang penting tenang, konsentrasi, jangan terburu-buru. Terus juga biarkan tourniquet membendung vena yang kalian tuju sekitar 1 menit, pokoknya jangan terburu-buru ya. Bila akan mengambil darah intraarteri, kamu hanya perlu mencari nadi yang paling keras berdenyut karena itu artinya pada bagian itu arteri paling perifer (gak mungkin kan sob seluruh tubuh kedalamannya sama :D). Nah, jangan hanya sekali dua kali kalian meraba arterinya sob (kecuali kalo udah mahir dan hafal posisi mana yang paling perifer), cobalah meyakinkan posisi itu dengan membandingkan denyutannya dengan denyut-denyut lain di sekitarnya (ingat anatomi pembuluh darah ya sob).
  1. Setelah kamu yakin dengan tempat yang udah kalian tentukan, mulailah untuk menginsersikan jarum spuit itu, dengan memperhatikan dan ini ‘feeling’ kalian di sini penting sekali sob. Untuk pengambilan intravena ambil dengan posisi jarum 15-30o. Pada penambilan darah vena, kalau sudah mendapatkan posisinya (tandanya keluar darah di spuit), tahan spuit dengan menempelkan pada kulit biasa (tenang sob, karena vena gak akan pecah, dia akan lentur mengikuti jarum, ini tujuannya biar jarum kalian gak keluar posisi), setelah ditahan/ fiksasi, lalu tarik ujung spuit secara perlahan (jangan terlalu cepat karena bisa membuat komponen darah di dalamnya lisis, mempengaruhi nilai Hb, Eritrosit dan Hematocrit). Kalau intraarteri kalian perlu memberi susut 90o. Nah, khusus intrarteri ini kalian jangan langsung memasukkan ke kedalaman yang kalian perkirakan, pelan pelan, dan beri jeda setiap perjalanan jarum tersebut, jadi misalkan saya gambarkan, seperti ini sob. Alasannya karena kedalaman arteri itu biasanya tidak terduga, makanya kita perlu melihat spuit kita setiap kita sedikit memasukkan jarum tersebut.

  1. Nah, kalau sudah, kalian segera memasukkan pada tabung yang sudah disediakan ya guys, sesuai keperluan. Kalau darah lengkap: tabung ungu, serum elektrolit: kuning, Faal Hemostasis: Biru, Kimia darah: merah, dsb. Karena tabung tabung sekarang merupakan tabung vakum, kalian tidak perlu mendorong isinya sob, kalian hanya perlu menusukkan pada karet tabung, dan taraaa darah otomatis akan masuk sendiri ke dalam tabungnya. Hehe

Sekian ya Sob, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr.wb

(Oleh: Farikhah Mahdalena S.Kep)






0 comments:

Post a Comment

Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan santun ya sobat.