السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ...... Selamat datang di Sakinah Sehat Kreatif. Dukung kami dengan like fanspage, dan follow twiter kami agar kami dapat terus berbagi dan berkarya. Terima kasih dan Enjoy learning... ^_^

Wednesday, 17 May 2017

Antara Sayur dan Aku

Ada yang masa kanak-kanaknya seringkali dibuatkan masakan sayur daun kelor oleh ibu? Maka Anda perlu besyukur, karena ternyata sayur kelor sangat banyak manfaatnya. Kelor mengandung Vit. A, C, Calcium, Pottasium, Zat Besi dan Protein. Tentunya ketika zat-zat ini masuk ke dalam tubuh, maka dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan sel dengan baik apalagi pada masa anak-anak sangat diperlukan makanan yang memiliki kadar tinggi protein agar pertumbuhan sel dapat berjalan dengan baik.

Lain dari pada itu saya akan membahas bagaimana sayur bermanfaat bagi tubuh kita. Kenapa sih harus sayur? Kenapa sayur penting? Bagaimana membuat sayur yang sehat? Jadi kenapa setiap manusia membutuhkan sayur mayur bagi tubuh?
  1. Sayur sebagai sumber vitamin
  2. Sayur sebagai sumber serat
  3. Sayur sebagai pelengkap dari seluruh kebutuhan yang harus dipenuhi

Ketiga hal di atas setidaknya adalah beberapa manfaat utama sayur bagi tubuh kita, selebihnya masih banyak manfaat lain dari sayuran bagi tubuh kita. Lalu bagaimana cara memasak sayur yang baik? Jangan sampai salah pengertian, saat Anda memiliki anak bayi atau adek bayi saja Anda memasak masakan dengan baik dan sehat? Bukan, tapi sepanjang usia kita membutuhkan makan, dan selama itulah tubuh kita beregenerasi atau mengganti sel yang sudah tua dengan sel baru, dan proses itu membutuhkan banyak nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh. Mari kita simak tips membuat sayur yang sehat
  1. Masak dengan kematangan cukup, artinya ketika sayur tersebut tidak sampai berubah warna. Misal: sayur bayam mentah berwarna hijau berubah menjadi kuning saat dimasak. Masaklah sayur-sayuran sejenis bayam, brokoli, kangkung, kacang panjang hanya dengan waktu 3-4 menit saja
  2. Kurangi porsi minyak baik itu minyak goreng maupun santan. Karena ketika sayuran dimasak dengan porsi minyak terlalu banyak dapat mengurangi nutrisi penting yang ada dalam sayur.
  3. Masak sayur dengan variasi, artinya semakin kaya warna dan variatif menu sayur maka kompleksitas nutrisi yang didapat juga akan semakin banyak.
  4. Hindari penggunaan MSG dan sejenisnya. Karena MSG merupakan bahan kimia tambahan yang bertujuan untuk menguatkan rasa asli dari makanan tersebut, jadi sebenarnya tanpa MSG pun rasa sayur tersebut sudah ada, hanya karena lidah yang terbiasa dengan MSG tidak akan lagi mampu mengenali rasa alami dari sayur tersebut. Terkadang itulah yang jadi patokan ibu-bu muda untuk tidak memberikan MSG saat membuatkan bayinya makanan pendamping ASIP, padahal sampai dewasa maupun tua pun masih dianjurkan seperti itu.
  5. Gunakan takaran garam dan gula yang sesuai. Tanyakan pada ahli gizi anda berapakah takaran garam dan gula yang diperbolehkan bagi tubuh kita. Hal ini berkaitan dengan kekuatan tubuh kita dalam mentoleransi bahan yang berlebihan dalam tubuh, seperti jika kebanyakan gula akan membuat Diabetes, apakah benar? Ya, memang begitu adaya, mereka yang memiliki penyakit Diabetes Mellitus tidak jarang yang memiliki riwayat konsumsi gula dalam jumlah banyak, oleh karena itu kita perlu membatasi diri.
  6. Makanlah sayuran yang dibuat dalam sekali pengolahan. Jangan makan sayur sisa yang dihangatkan, selain karena nutrisinya berkurang, juga karena sayur yang dihangatkan akan meningkatkan kadar natrium di dalamnya, bila Anda memiliki darah tinggi Hipertensi) Anda perlu menghindari hal ini.
Semoga bermanfaat ya, semoga kita jadi lebih hoby makan sayuran, dan dapat mengolahnya dengan tepat untuk mencukupi kebutuhan gizi kita sekeluarga setiap hari. 

(Oleh: Farikhah Mahdalena S.Kep)




0 comments:

Post a Comment

Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan santun ya sobat.