السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ...... Selamat datang di Sakinah Sehat Kreatif. Dukung kami dengan like fanspage, dan follow twiter kami agar kami dapat terus berbagi dan berkarya. Terima kasih dan Enjoy learning... ^_^

Tuesday, 27 December 2016

Meme dan Distorsi Kepribadian

Menurut  Susan  Blacmore  dalam  buku  The  Power  Of  Memes,  Meme (biasa  dibaca  mim)  adalah  karakter  dari  budaya,  yang  termasuk  di dalamnya  yaitu  gagasan,  perasaan,  ataupun  perilaku  (tindakan).    Meme dapat  bereplikasi  dengan  sendirinya  (dalam  bentuk  peniruan)  dan membentuk suatu budaya, cara seperti ini mirip dengan penyebaran virus (tetapi  dalam  hal  ini  terjadi  di  ranah  budaya).    Richard  Dawkins,  dalam bukunya  The  Selfish  Gene  menceritakan  apa  dan  bagaimana  dia menggunakan  istilah  meme  untuk  menceritakan  bagaimana  prinsip darwinian untuk menjelaskan penyebaran ide ataupun fenomena budaya.  Dawkins  juga  memberi  contoh  meme  yaitu  nada,  kaitan  dari  susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian dan perkembangan teknologi.

Clinton Richard Dawkins,si pencipta komik meme ini lahir pada tanggal 26 Maret 1941. Dia  adalah seorang penulis, ahli etologi, biologi revolusioner & ilmu pengetahuan umum. Awal terciptanya komik meme yang  populer saat  ini  adalah dari buku ciptaannya yang berjudul  The Selfish  Gene. Meme kependekan dari  Mimeme  (bahasa  Yunani)  yang artinya "Meniru  Sesuatu".    Meme  dimaksudkan  sebagai  sebuah  ide, kelakuan, atau gaya yang unik. Karyanya yang terkenal sejak dua tahun terakhir dan banyak dikembangkan, seperti : Forever Alone, If You Know What  I  Mean, Mother of  God, Not Bad, Challenge Accepted, Close Enough, OMG, You Don't Say,  Aw Yeah, Nothing To Do, Fap Guy, Cereal Guy,Troll. Komik  meme  biasanya  terdiri  dari  4  panel  dan biasanya meme komik berujung pada candaan, tetapi kadang-kadang ada berujung pada kata kata yang kasar, menghina dan SARA.

Semua orang pada awalnya meniru, selanjutnya mereplika dengan bebas, dari  sini  manusia  bisa  merubah  dunia. Penjelasan tersebut  memberi  sebuah  gambaran  bahwa  pada  awalnya  masyarkat meniru  dari  sebuah  penciptaan  yang  lainya  dan  selanjutnya  akan dikembangkan.

Meme kemudian datang ke Indonesia sebagai konsekuensi perkembangan teknologi. Tidak hanya di luar negeri yang memiliki web semacam 9GAG yang memiliki reputasi dikunjumgi hampir 500.000 pengunjung tiap bulannya, di Indonesia kini juga memiliki web serupa seperti 1cak.com yang juga memiliki ribuan pengunjung tiap bulannya. Tidak hanya melalui website, kini meme juga merambah media sosial seperti instagram, facebook, twiter dan lainnya yang juga memiliki banyak dalam tanda kutip pelanggan setia. Sehingga tidak heran bila akun-akun kreator meme memiliki banyak follower. Sehingga lewat akun ini, seseorang sampai bisa menghasilkan uang dan menggerakkan roda ekonomi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meme telah menjadi gelombang media yang sedang populer di masyarakat. Penerimaan masyarakat yang positif membuat meme berkembang begitu cepat dan menjadi bagian tersendiri dalam kehidupan masyarakat khususnya dalam dunia media komunikasi.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjelaskan bahwa jumlah pengguna internet pada tahun 2013 mencapai 71,19 juta dan diprediksi akan terus meningkat. Hal ini mnunjukkan bahwa masyarakat Indonesia akan semakin banyak yang akan tersentuh oleh Internet berikut perintilan fasilitas yang dibawanya yang tentu saja masing-masing membawa pengaruh yang berbeda bagi kehidupan. Tidak terkecuali meme. Meme yang menjadi bagian dari perkembangan tersebut juga membawa dampak bagi masyarakat.

Didalam meme sering didapati informasi-informasi atau pesan yang ingin disampaikan oleh kreatornya. Dalam dunia internet, meme diciptakan melalui proses-proses replikasi dan modivikasi. Selanjutnya pencipta gambar-gambar akan menambahkan sesuatu sesuai apa yang ingin disampaikan, biasanya kreator menambahkan teks-teks. Setelah itu meme yang telah jadi, dibagikan melalui sosial media.

Seperti yang dikatakan McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat. Dia mengemukakan bahwa manusia membentuk peralatan dan peralatan tersebut pada gilirannya membentuk manusia. Tak beda dengan yang terjadi saat ini, manusia membuat teknologi dan mengembangkannya dan kemudian apa yang telah manusia buat mempengaruhi manusia itu sendiri dan membuat manusia bergantung terhadap teknologi. Tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi. Menurut McLuhan media berperan menciptakan dan mengelola budaya. Sama halnya dengan meme yang telah hadir dan menjadi budaya di kehidupan.

Keberadaan jejaring sosial menjadi lahan yang subur bagi proses pengembangan meme. Kebanyakan meme berisi candaan atau humor yang dibuat dari kehidupan sehari-hari, kejadian masa lalu dan topik yang sedang dibicarakan masyarakat saat ini. Para kreator terkadang sengaja membuat bahan tertawaan dengan parodi-parodi. Meme menjadi media hiburan yang bisa melepaskan penat dan jenuh. Selain itu, meme juga menjadi sumber informasi dan berita terhadap suatu fenomena dan peristiwa yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan pmebacanya. Namun, tentu saja apa yang disampaikan melalui meme bukan selalu berisi sesuatu yang positif, melainkan juga tak luput dari sesuatu yang berisi negatif dan malah banyak yang menggunakan meme dengan tujuan negatif. Kembali mengingat bahwa internet dan jejaring sosial tidak hanya digunakan oleh orang dewasa namun juga digunakan oleh anak-anak dan remaja. Dari bermacam-macam meme yang beredar, ada meme yang kemudian terkesan mengejek dan bahkan berbau porno. Anak-anak dan remaja dapat membuat segala sesuatu menjadi candaan dan mengerti tentang seks dan berpacaran melalui gambar-gambar yang ada dalam meme. Dan secara kondisi psikis mereka belum siap dan belum saatnya mengerti akan hal itu.

Lebih berbahaya lagi ketika kini meme yang sedang digandrungi oleh anak-anak muda negeri ini dibuat oleh para kreator yang tidak bertanggung jawab. Menyajikan meme yang tidak sesuai dengan syariat agama, bahkan norma di masyarakat. Meme-meme penghinaan terhadap satu golongan dengan sudut pandang skeptis, tanpa ada kajian yang dapat dipertanggung jawabkan. Membuat citra buruk seseorang di mata masyarakat tanpa didasari fakta.

Bagi orang yang belum siap menyaring konten-konten meme yang notabene bisa dibuat oleh siapapun, tidak memandang status dan latar belakang pendidikan, maka hal-hal negatif ini akan dianggap hal yang biasa. Sebagaimana sabda rasaulullah SAW, kalau seseorang berkawan dengan penjual minyak wangi, maka akan ketularan wangi. Tetapi kalau seseorang berteman dengan pandai besi maka akan terkena percikan panasnya panasnya.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Berkawan disini tidak berarti menjalin hubungan dengan seseorang (dalam wujud nyata) dalam status pertemanan saja, tetapi juga mengandung makna dengan siapa berinteraksi dan memilih teman di dunia maya. Bila tidak berhati-hati terlebih tidak memiliki filter yang cukup untuk memilih yang baik dan buruk, maka ini akan sangat berbahaya.

Konten-konten meme yang sebenarnya mengandung nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai agama dianggap sebagai sebuah hal yang umum, sedang trend, topic yang menarik, hiburan dan gurauan semata. Kemudian nilai itu tumbuh menjadi nilai umum yang baru dan kemudian diterima seutuhnya. Inilah nantinya yang akan membuat akidah dan benteng agama menjadi ruptur dan luntur. Paparan arus yang bertubi-tubi membelokkan nilai kebaikan agama menggiring hati lemah untuk mempertahankan ideologi kesilaman dan kebaikan. 

Fenomena meme dengan sederet dampak buruk yang dibawanya merupakan hal yang tidak dapat dipandang enteng. Ini merupakan problematika yang akan menambah pelik permasalahan negeri ini. pemuda yang merupakan iron stock negeri ini ternacam terpapar hal yang dapat membuatnya lapuk dan berkarat. Nila-nilai norma dan agama ditinggalkan. Bagaimana bisa bangsa ini dijunjung oleh besi-besi yang rapuh.

Melihat peristiwa ini, kini banyak bermunculan meme-meme islami sebagai perlawan terhadap derasnya meme-meme yang tidak tersaring. Meme-meme islami ini paling tidak menjadi penegasan kembali terhadap nilai-nilai kebenaran yang ditinggalkan. Menjadi media pencerdasan terhadap nilai-nilai islam yang sesungguhnya.

Namun yang terlebih penting dari itu adalah membangun keislaman dan intelektualitas diri.  Keislaman dengan intelektualitas yang mumpuni akan menjadi filter dan pelindung dari pengaruh buruk segala produk globalisasi. Membuat seseorang dapat memilah mana yang baik untuk kemudia diambil pelajar, dan mana yang buruk untuk kemudian ditinggalkan. Semoga kita semua semakin bijak dalam menghadapi segala bentuk produk globalisasi, bukan hanya meme tetapi semua turunan dan macam-macamnya. Jangan biarkan mereka merusak pribadi kita sebagai seorang muslim, karakter kita sebagai bangsa Indonesia yang santun dan bermartabat.  Jangan biarkan mereka menenggelamkan kita.

*Rio Cristianto





0 comments:

Post a Comment

Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan santun ya sobat.