السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ...... Selamat datang di Sakinah Sehat Kreatif. Dukung kami dengan like fanspage, dan follow twiter kami agar kami dapat terus berbagi dan berkarya. Terima kasih dan Enjoy learning... ^_^

Saturday, 12 September 2015

Angka Kematian Ibu Masih Tinggi, Apa Masalahnya?

Angka kematian Ibu yang mencapai angka 359 orang per 100.000 kelahiran hidup masih tergolong tinggi, kendati berbagai program telah dicanangkan pemerintah untuk menekan angka tersebut. Ada banyak factor yang menyebabkan Kematian Ibu masih sering terjadi. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan keluarga dalam mengambil keputusan. Ibu hamil seringkali terlambat mengambil keputusan untuk mendapatkan pertolongan tenaga kesehatan. Hal ini seringkali dihubungkan dengan tradisi/budaya mengenai pihak yang berhak mengambil keputusan, dan keraguan menerima pelayanan kesehatan akibat keterbatasan biaya. Ibu hamil rentan mengalami komplikasi kehamilan dan factor-faktor penyulit persalinan. Bila hal tersebut terjadi, seharusnya keluarga cepat mengambil keputusan untuk segera mencari pertolongan medis karena dapat membahayakan ibu dan janin.

Keterlambatan mengambil keputusan diakibatkan masih rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang bahaya kehamilan dan urgensi untuk segera mendapatkan pertolongan medis bila terdapat gangguan kehamilan. Tenaga kesehatan di tataran daerah dalam hal ini puskesmas seharusnya menjadi ujung tombak dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat.

Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa hanya sekitar 45 % keluarga yang mengaku mendapat penjelasan tanda bahaya kehamilan saat ANC. Hal ini diperkuat dengan hasil Asesmen Kualitas Pelayanan Maternal tahun 2012 yang menunjukkan bahwa hanya 24 % RS dan 45 % Puskesmas yang melakukan konseling dan edukasi sesuai standar pada saat ANC. Kedua hal ini menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan untuk memberikan informasi dan advokasi  kepada  ibu  dan  keluarga  pada  saat  ANC  masih  lemah  sehingga  pengetahuan keluarga dan masyarakat untuk membuat rencana kehamilan dan persalinan sehat juga rendah.

Tenaga Kesehatan sebagai garda terdepan dalam upaya penurunan AKI di Indonesia seharusnya lebih mengoptimalkan fungsinya sebagai educator dan care giver. Masyarakat harus mendapatkan informasi dan bimbingan yang adekuat untuk mencegah kejadian yang berbahaya selama kehamilan. Masyarakat perlu pendampingan, bimbingan dan dukungan yang baik dan intensif untuk merencanakan dan menjaga kehamilan dan persalinan yang baik. Oleh karena itu, optimalisasi program ANC dalam meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kehamilan yang sehat merupakan hal yang sangat penting. Dengan bekal wawasan yang cukup, maka ibu dan keluarga dapat dengan cepat dan tepat mengambil keputusan yang baik untuk kehamilannya.

Oleh : Rio Cristianto





0 comments:

Post a Comment

Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan santun ya sobat.